— o — Bagian Keempat — o —
Urutan, Lingkungan, Kawanan, dan Perulangan
— o — o — o —
Sebelumnya, kita sudah mengetahui kalau kata belakangan mempunyai dua arti yang bertolak belakang tergantung kontéks:
• Baru-baru ini
• Nanti; kemudiannya
Kalau dicermati lebih lanjut, kedua makna ini diungkapkan tergantung kata tersebut merujuk ke mana: lingkungan dan kawanan.
Ketika merujuk ke lingkungan sekitar, kata belakangan memiliki makna “baru terjadi”:
Pohon yang belakangan dilalui tinggi-tinggi.
Sementara itu, ketika merujuk ke kawanan sendiri, kata tersebut memiliki makna “nanti”:
Dia akan makan belakangan.
Jadi, kita mempelajari dua pembagian urutan di sini, yaitu: urutan lingkungan dan urutan kawanan. Urutan lingkungan merujuk kepada lingkungan sekitar, sementara urutan kawanan merujuk kepada anggota kawanan sendiri.
***
Masih ada banyak lagi penanda urutan yang belum dicontohkan di dongéngnya. Karenanya, penanda-penanda yang penulis ingat akan dirangkum dalam diagram dan tabel di bawah ini:
***
Pada bagian kedua, telah dipaparkan juga bahwa bahasa Indomelayu juga memiliki penanda perulangan. Yang sudah dipaparkan yaitu:
• Hari (perulangan terbit-terbenamnya mentari)
• Pekan (perulangan beberapa hari berdasarkan barang yang dijual di pekan)
• Bulan (perulangan berubahnya penampakan bulan)
• Tahun (perulangan datangnya kemarau, penghujan, dan penuaian)
Selain keempat perulangan tersebut, masih ada satu lagi yang ternyata bisa diterapkan kepada semua hal, tidak khusus seperti keempat perulangan di atas:
• Kali
***
Lengkap sudah pembahasan mengenai pembagian “waktu” dalam cakap Melayu :3
“Waktu” tidak diartikan sebagai sesuatu yang abstrak, tapi diartikan dengan lebih praktikal: hubungan urutan antara pergerakan kawanan dengan lingkungan, serta perulangan kejadian alam dan buatan. Dengan pengertian seperti ini, “waktu” dipandang sebagai sesuatu yang lebih nyata, juga dialami bersama-sama anggota kelompok masyarakat.