Jumat, 11 Maret 2022

“Waktu” dalam Cakap Melayu: Bagian Keempat

— o — Bagian Keempat — o —

Urutan, Lingkungan, Kawanan, dan Perulangan

— o — o — o —

Sebelumnya, kita sudah mengetahui kalau kata belakangan mempunyai dua arti yang bertolak belakang tergantung kontéks:

• Baru-baru ini

• Nanti; kemudiannya

Kalau dicermati lebih lanjut, kedua makna ini diungkapkan tergantung kata tersebut merujuk ke mana: lingkungan dan kawanan.

Ketika merujuk ke lingkungan sekitar, kata belakangan memiliki makna “baru terjadi”:

Pohon yang belakangan dilalui tinggi-tinggi.

Sementara itu, ketika merujuk ke kawanan sendiri, kata tersebut memiliki makna “nanti”:

Dia akan makan belakangan.

Jadi, kita mempelajari dua pembagian urutan di sini, yaitu: urutan lingkungan dan urutan kawanan. Urutan lingkungan merujuk kepada lingkungan sekitar, sementara urutan kawanan merujuk kepada anggota kawanan sendiri.

***

Masih ada banyak lagi penanda urutan yang belum dicontohkan di dongéngnya. Karenanya, penanda-penanda yang penulis ingat akan dirangkum dalam diagram dan tabel di bawah ini:


***

Pada bagian kedua, telah dipaparkan juga bahwa bahasa Indomelayu juga memiliki penanda perulangan. Yang sudah dipaparkan yaitu:

• Hari (perulangan terbit-terbenamnya mentari)

• Pekan (perulangan beberapa hari berdasarkan barang yang dijual di pekan)

• Bulan (perulangan berubahnya penampakan bulan)

• Tahun (perulangan datangnya kemarau, penghujan, dan penuaian)

Selain keempat perulangan tersebut, masih ada satu lagi yang ternyata bisa diterapkan kepada semua hal, tidak khusus seperti keempat perulangan di atas:

• Kali

***

Lengkap sudah pembahasan mengenai pembagian “waktu” dalam cakap Melayu :3

“Waktu” tidak diartikan sebagai sesuatu yang abstrak, tapi diartikan dengan lebih praktikal: hubungan urutan antara pergerakan kawanan dengan lingkungan, serta perulangan kejadian alam dan buatan. Dengan pengertian seperti ini, “waktu” dipandang sebagai sesuatu yang lebih nyata, juga dialami bersama-sama anggota kelompok masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Tak Bisa Mengerti

Mari kita bertukar nama; aku menjadi kamu, kamu menjadi aku. Kamu pun membuka mata. Di seberang jendéla, sang bulan telah terbit. Untungny...