Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juni 2021

Onomatope: Bunyi Tiruan (I)

Cengkerik berkerik-kemerik di sekitarnya, memecah hening yang menyelimuti sawah. Sesekali desir angin berhembus pelan, menggemerisikkan daun-daun di dahan atas pondok. Bang Pinjan menyeruput minumannya yang tak lagi mengepulkan uap. Malam ini, yang penuh bunyi-bunyian ini, adalah malam sebelum dia pergi dari kampung selama-lamanya.
***
Serpih cerita di atas sengaja kutulis penuh dengan onomatope, atau bunyi-bunyi tiruan. Adapun bunyi tiruan yang kupakai hanya terbatas pada kata kerja, seperti berkerik-kemerik dan menyeruput, jadi yang murni bunyi tiruan belum kupakai, seperti guk-guk, tok-tok, ataupun tik-tik.

Menelusuri onomatope dalam bahasa Jepang membuatku tertarik dengan onomatope bahasa Indonesia dan Melayu, yang akhirnya membawaku ke sedikit situs yang mengumpulkan beberapa di antaranya. Mulai dari suara hewan, benda jatuh, sampai cahaya pun ternyata ada dalam kedua bahasa ini. Sayang sekali tapi, yang umum dipakai dan diketahui cuma sedikit. Karenanya, aku bertekad mengumpulkan sebanyak mungkin onomatope bahasa Indo-Melayu yang bisa kutemukan. Selain untuk tulisan-tulisanku, juga mencari estetika dari bunyi-bunyi tiruan ini; fitur-fitur fonologis apa yang menjadi ciri khas onomatope Indo-Melayu?
***
Sebelum mencari tahu, aku membuat sedikit syarat akan seperti apa onomtope yang kuincar. Ini kesimpulannya:
  • Tidak mempunyai gugus konsonan selain /rK NK/, dengan K sebagai bunyi mati atau konsonan dan N sebagai sengauan (nasal)
  • Satu bunyi hanya bisa memiliki vokal dari kelompok /i u/ atau /e o/, tidak keduanya.
Dua syarat ini kubuat untuk menyingkirkan serapan-serapan dari bahasa-bahasa tetangga yang mengizinkan keduanya, seperti Jawa dan Sunda, agar batas pencarianku tetap terbatas pada Indo-Melayu. Jadi, bunyi-bunyi seperti cemplung dan byur tak kumasukkan karena melanggar syarat pertama.

Jenis-jenis Bunyi Tiruan

Dalam pencarianku, aku menyimpulkan bunyi tiruan dalam Cakap Melayu dibagi menjadi dua jenis.
Jenis pertama adalah bunyi tiruan kata kerja, yang bisa diimbuhi selayaknya kata kerja lainnya, seperti dengan meN- ataupun ber-. Beberapa di antaranya adalah berkotek dan menggongong.
Jenis kedua adalah bunyi tiruan murni, yang tidak bisa diimbuhi dan murni mengungkapkan bunyi-bunyian. Beberapa di antaranya adalah tik-tik dan meong-meong.

Biar ada 2 jenis, nyatanya jenis pertama lebih banyak dibandingkan dibandingkan jenis kedua. Entah mengapa, tampaknya orang-orang lebih suka menjadikan bunyi tiruan sebagai kata kerja ketimbang bunyi tiruan murni.

Nah, setelah syarat dan jenis bunyi tiruan yang kucari sudah ada, waktunya mengumpulkan onomatope yang sudah kutemukan!

Perlu diketahui kalau senarai ini tidak mutlak ya, jadi kalau ada onomatope lain yang belum kutemukan, tentu bisa Pembaca sarankan dan ditambahkan ke dalamnya dan dipakai juga.

Bunyi Tiruan Binatang

  • Kambing: embik, embek, mengembik, mengembek
  • Sapi: lenguh, nenguh, dengus, melenguh, menenguh, mendengus, berdengus
  • Kuda: ringkik, dengkus, dengus meringkik, mendengkus, mendengus, berdengkus, berdengus
    • Keledai: ringkik, meringkik
  • Ayam-ayaman:
    • Ayam jantan: kukuruyuk, kokok, berkokok
    • Ayam betina: petok-petok, ketuk, kotek, berketuk, berkotek
    • Anak ayam: cip-cip, menciap, menciak
  • Babi: uik-uik, menguik
  • Katak~kodok: koek, kuak, menguak, mendengkung, berketur
  • Anjing: guk-guk, gonggong, salak, ringking, dengking, menggongong, menyalak, meringking, mengauk, mendengking, berdengking
  • Serigala: au, lolong, melolong
  • Kucing: meong-meong, eong, iau, dengkur, mengeong, mengiau, mendengkur
  • Burung: kicau, kericau, cuit, mencuit, berkicau, berkericau
    • Puyuh: dengut, mendengut, berdengut
    • Dara~tekukur: kukur, dekut, mengukur, berkukur, berdekut
    • Gagak: koak-koak, gauk, koak, menggauk, mengoak
  • Ular: desis, mendesis
  • Macan~beruang: aum, raung, deram, mengaum, meraung, mengaung, menderam, berderam
  • Tikus: cicit, mencicit, mendecit, berdecit
  • Lebah: dengung, berdengung
  • Kera~monyet: uu-aa, kerih, mengerih
  • Cengkerik: kerik, berkerik
***
Silakan kalau Pembaca merasa ada yang mau ditambahkan!

Selanjutnya, akan disenaraikan bunyi-bunyi tiruan benda mati.
***
Sumber:

Aku Tak Bisa Mengerti

Mari kita bertukar nama; aku menjadi kamu, kamu menjadi aku. Kamu pun membuka mata. Di seberang jendéla, sang bulan telah terbit. Untungny...