Jumat, 11 Maret 2022

“Waktu” dalam Cakap Melayu: Bagian Kesatu

— o — Bagian Kesatu — o —

Dongéng

— o — o — o —

Kamu tengah berjalan beriringan dengan kawan-kawan. Di depanmu, ada Ani dan Bintang. Di belakangmu, ada Cantik dan Damar. Kalian berjalan menapaki tanah lurus, dan di kiri-kanan kalian, berjajar pepohonan rindang. Tujuan kalian ialah sebuah danau di hujung hutan.

Tahu-tahunya, selagi berjalan, pepohonan yang berlalu pun berganti macam. Yang tadinya pohon-pohon kélor kini menjadi pohon-pohon rambutan. Belakangan, pohon rambutan yang kamu lalui péndék-péndék. Ke hadapan, kamu melihat pohon-pohon yang lebih tinggi yang akan kamu lalui.

Kamu menengadah. Hari sudah melampauimu, sudah berlalu meléwatimu. Sampai kapan lagi kamu harus berjalan? Danau belum juga terlihat. Mulutmu kering menahan haus, harus segera diairi.

Lalu, kamu menyipitkan mata. Danau tujuan sudah tampak! Tak tanggung-tanggung kamu dan kawan-kawan bersorak-sorai. Kalian pun bergegas, langkah-langkah dipercepat.

Ani dan Bintang sampai ke danau lebih dahulu. Keduanya sudah sampai sebelum kamu, terus meminum air dari danau yang sungguh jernih itu. Kamu pun sampai, lantas ikut meminum air danau. Kemudian, Cantik dan Damar datang belakangan. Kalian berlima pun dapat memuaskan haus yang sedari tadi mengganggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Tak Bisa Mengerti

Mari kita bertukar nama; aku menjadi kamu, kamu menjadi aku. Kamu pun membuka mata. Di seberang jendéla, sang bulan telah terbit. Untungny...